Kamis, 05 Juni 2014

Kepemimpinan Di Dalam Dunia Wirausaha

Tidak asing lagi dengan kata kepemimpinan. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Menurut Brown (1936) Kepemimpinan adalah berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.
Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangakan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi merka dalam memajukan perusahaannya.

Terdapat Perilaku Kepemimpinan yaitu:

Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama :
a. Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Merencanakan dan mencapai sasaran.
b. Berorientasi pada orang yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi

Terdapat tiga variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan yaitu:
1. Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut
2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan

Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan

Tiga pendekatan utama kepemimpinan:
1. Pendekatan sifat-sifat (traits approach)
2. Pendekatan keperilakuan ( behavioral approach)
3. Sebab-sebab munculnya pemimpin
Karakter kepemimpinan harus dimiliki oleh wirausaha. Karakter ini sangat penting meskipun tidak mempunyai anak buah dalam usaha yang sedang dijalani, karekter ini akan menciptakan sifat:
  1. menjaga sikap dan prilaku, karena ingin diperhatikan dan menjadi panutan bagi orang lain;
  2. jujur, karena omongannya ingin omongannya adalah kebenaran atau suatu dianggap benar;
  3. bijaksana, karena tidak hanya berfikir untuk diri sendiri;
  4. integritas, membuat orang lain mengandalkannya dan janjinya dipercaya;
  5. mengayomi, karena ingin petunjuk yang diberikannya diikuti orang lain;
  6. suka menolong, karena yakin setiap pekerjaanya pun membutuhkan orang lain;
  7. optimisme, karena ingin memberi kepercayaan bahwa usaha yang dijalankannya pasti akan berhasil;
  8. berdedikasi, agar orang lain pun sama-sama memiliki perhatian dan komit untuk tidak mementingkan diri mereka sendiri;
  9. ulet, agar orang lain percaya bahwa segala yang diusahakannya akan diselesaikan sampai tuntas walau banyak kendala atau resiko yang dihadapi
Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangkan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi mereka dalam memajukan perusahaannya.
Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Baik:
Tipe-tipe Kepemimpinan dalam Berorganisasi:
  • Tipe Otokratik
Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”,
  • Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
  • Tipe Kharismatik
Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.
  • Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi
  • Tipe Demokratik
Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi.
  • Tipe Administratif
Pemimpin tipe administrative ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif sehingga diharapkan muncul perkembangan teknis, manajemen modern dan perkembangan sosial.
Ciri ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal antara lain :
  1. Pengetahuan umum yang luas.
  2. Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang
  3. Sikap yang inkuisitif atau rasa ingin tahu
  4. Kemampuan analitik.
  5. Daya ingat yang kuat.
  6. Kapasitas integratif.
  7. Keterampilan berkomunikasi secara efektif.
  8. Keterampilan mendidik.
  9. Rasionalitas.
  10. Objektivitas.
  11. Pragmatisme.
  12. Kematangan mental.
Dengan adanya karakter tersebut maka seorang tersebut dapat mengendalikan emosi saat melayani konsumen. Melayani orang lain, seringkali menjadi bagian yang tersulit bagi seseorang yang merasa dirinya perlu lebih dahulu dilayani. Dalam menejemen  bisnis modern salah satu kunci keberhasilan bisnis adalah kemempuan untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsmen, pemasok, tenaga kerja, pemerintah dan lintas pelaku terkait lainnya.  Salah satu konsep kepemimpinan yang ditawarkan oleh praktisi manajemen di Amerika adalah konsep pelayanan (serve). Sebagaimana Ken Blanchard dan Mark Miller menulis dalam bukunya “The Secret – Rahasia Kepemimpinan”.  Kata “SERVE” oleh Ken & Mark  diterjemahkan sebagai lima kata kunci dalam memberikan pelayanan, yaitu:

1. S- See the Future (Melihat Masa Depan)
2. E- Engage and Develop Others (Melibatkan dan Mengembangkan Orang Lain)
3. R- Reinvent Continuously (Temukan Kembali Terus Menerus)
4. V- Value Results and Relationship (Hargai Hasil dan Hubungan)
5. E- Embody The Values (Mewujudkan Nilai)

jika terdapat kesalahan dalam tulisan ini saya meminta maaf dan mohon anda memberikan komentar atau masukan untuk memperbaiki tulisan saya, saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda.  Dan semoga informasi ini bermanfaat -TERIMA KASIH- :D

KELOMPOK:

- Herlinna Sectio Irine
- Novianti Nurlaila
- Novita Oki P
- Muhammad Nanda S
- Dismas Mahardika

REFERENSI: 

Delapan Hal yang Harus Diketahui Oleh Wirausaha


Setelah bulan lalu saya membahas salah satu contoh usaha yang akan membuat kita semua termotivasi dan ingin menjadi wirausaha. Dan pada bulan ini saya akan membahas  mengenai wirausaha, seperti judulnya “Delapan Hal yang Harus Diketahui Oleh Wirausaha”, jika anda menemukan kesamaan tulisan, dikarenakan ini merupakan tugas dari kampus, untuk menambah ilmu tentang wirausahaan itu sendiri langsung saja saya bahas.
Pendahuluan
Berwirausaha, sudah banyak dijalani oleh beberapa masyarakat Indonesia. Banyak dari mereka yang berhasil dan sukses, adapun juga yang belum memasuki tahap keberhasilan tersebut. Namun dalam menjalani tersebut kita harus menjadikan itu batu loncatan. Dan ada beberapa hal  yang dapat menuntun kita munuju wirausaha yang sukses. Oleh karena itu, jadikan pertanyaan ini sebuah motivasi dalam diri sebagai wirausaha. Mari kita simak pertanyaan berikut ini:

1. Jelaskan definisi Kewirausahaan menurut Ahli Ekonomi , Ahli Manajemen , dan Menurut Pelaku usaha!
Terdapat beberapa pengertian kewirausahaan dari beberapa para ahli yaitu:

Menurut Ahli Ekonomi
                      Menurut ahli ekonomi, wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan factor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi dan perbaikan produksi lainnya.

Menurut Ahli Manajemen
                            Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan orgasisasi usaha baru (Marzuki Usman, 1997:3).

Menurut Pelaku Usaha 
 Wirausaha merupakan seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan orgasisasi usaha baru (Marzuki Usman, 1997:3). 

2. Sebutkan faktor-faktor penyebab keberhasilan wirausaha !
Di dalam dunia wirausaha terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi dalam keberhasilan yaitu
 • Inisiatif dan selalu proaktif
• Berani dalam mengambil resiko
• Memiliki sifat yang jujur
• Memiliki visi dan tujuan yang jelas

3. Sebutkan ciri dan watak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan !
Terdapat beberapa ciri dan watak yang harus dimiliki oleh  seorang wirausahawan yaitu:
  • Kepemimpinan
  • Percaya diri
  • Berinovasi dan kreatif
  • Pengambilan resiko
  • Berorientasi ke masa depan
  • Ketidaktergantungan, kepribadian mantap
  • Optimisme
  • Kebutuhan atau haus akan prestasi
  • Beorientasilaba atau hasil
  • Tekun dan tabah
  • Tekad, kerja keras, motivasi
  • Energik
  • Penuh inisiatif
  • Mampu memimpin
  • Suka pada tantangan
  • Menanggapi saran kritik
  • Pandangan Kedepan
4. Sebutkan tahap-tahap melakukan wirausaha
Terdapat tahap-tahap dalam melakukan wirausaha  diantaranya:
  1. Tahap memulai
  2. Tahap melaksanakan usaha
  3. Tahap mempertahankan  usaha
  4. Tahap mengembangkan usaha
5. Sebutkan kompetensi yang harus dimiliki wirausahawan

      a) Pengetahuan usaha

Seorang individu yang berpikir tentang kewirausahaan perlu mengembangkan beberapa bidang
pengetahuan bisnis. Memperoleh pengetahuan dengan cara seperti berikut:
• Belajar tentang komunikasi
• Mengetahui apa yang sedang terjadi
• Memperoleh pengetahuan melalui pendidikan
• Belajar dalam pekerjaan

 b) Keterampilan usaha
       Seorang wirausaha membutuhkan banyak keterampilan untuk dapat menjalankan bisnis dengan
sukses. Terdapat keterampilan – keterampilan umum dan pengetahuan yang bersifat umum bagi
kebanyakan bisnis seperti :
• Mengembangkan sebuah rencana bisnis
• Memperoleh bantuan teknis
• Memilih jenis kepemilikan
• Merencanakan strategi pasar
• Lokasi bisnis
• Menangani bisnis
• Membiayai isu – isu hukum
• Mengelola bisnis
• Mengeloala sumber daya manusia
• Mempromosikan bisnis

6. Sebutkan 8 anak tangga menuju puncak karir menurut Alma

Dalam menuju puncak karir terdapat delapan anak tangga, yaitu:
  1. Kemauan bekerja keras (Capacity for hard work)
  2. Mampu bekerjasama dengan orang lain (Getting things done with and through people).
  3. Penampilan yang baik (Good appearance).
  4. Keyakinan Diri (Self confidence).
  5. Pandai membuat keputusan (Making sound decision).
  6. Pendidikan (College education).
  7. Ambisi untuk maju (Ambition drive).
  8. Pandai berkomunikasi (Ambility to communicate).
7. Sebutkan 4 kegiatan marketing plan !

Untuk jawaban atas soal ini, setiap perusahaan dalam menerapkan marketing plan berbeda-beda. Menurut penulisan Rifaun Naim inti Marketing Plan adalah :
* Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar
* Mengembangkan sasaran pemasaran
* Menetapkan strategi pemasaran
* Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan

8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan AIDA+S !
       AIDA+S merupakan singkatan dalam sebuah konsep kewirausahaan untuk diimplementasikan kedalam bisnis guna daya tarik konsumen yang salah satu contohnya yaitu promosi produk. Berikut singkatan AIDA+S:
    A = attention (perhatian)
    Pertamakali kosumen dihubungi atau ditawari oleh perusahaan tertentu sehingga muncul perhatian (attention) pada diri konsumen (Galaksi, 2009:1). Pada tahap perhatian (attention) perusahaan berusaha agar calon konsumen memperhatikan penawaran yang dilakukannya.

    I = Interest (tertarik)
    Interest adalah timbulnya minat konsumen terhadap barang yang sudah dia perhatikan (Galaksi, 2009:1). Sejalan dengan pendapat Galaksi, Khani juga berpendapat yang sama tentang interest (2009:1), yaitu setelah mengetahui segala sesuatu tentang produk itu akan timbul rasa tertarik (interest) pada diri konsumen.

   D = Desire (keinginan)
    Menurut Khani (2009:1) adanya ketertarikan tersebut akan menimbulkan hasrat, keinginan (desire) konsumen untuk membeli dan menggunakan produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Pada tahap ini perusahaan harus dapat meyakinkan calon konsumen dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon konsumen apabila membeli produk yang ditawarkan serta kerugiannya jika tidak membeli produk tersebut. 

  A = Action (tindakan)
    Pada tahap tindakan (action) perusahaan harus dapat mewujudkan kebutuhan dan harapan konsumen dan memberikan keyakinan bahwa barang, jasa, dan ide yang dibeli merupakan langkah yang tepat yang dapat memberikan keuntungan bagi konsumen.

  S = Satisfaction (kepuasan)
    Pada tahap kepuasan (satisfaction) perusahaan harus dapat memastikan bahwa kualitas barang, jasa dan ide yang dibeli sesuai denga harapan konsumen. 

Kesimpulan :
Pada pertanyaan-pertanyaan yang telah dibahas, sudah membuktikan bahwa pertanyaan tersebut adalah langkah awal dalam pemikiran untuk menjadi pemula wirausaha sebab menjadi wirausahawan tidak hanya sekedar memiliki inovasi terhadap penemuannya namun dalam menjalakan usaha harus mempunyai skill atau pengetahuan umum tentang wirausaha yang membuat usaha tersebut sukses. Oleh karena itu, semoga tulisan ini membantu menjadi panutan sebagai awal berwirausaha.
Saya memohon maaf jika terdapat kesalahan yang terdapat pada tulisan saya ini. Dan anda dapat memberikan komentar ataupun masukan untuk membuat tulisan ini lebih baik lagi daripada sebelumnya. Saya megucapkan terima kasih telah mengunjungi blog saya, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita. -TERIMA KASIH- :D
Referensi :
Buku: siap menghadapi ujian nasional 2009 atau
http://books.google.co.id/booksid=Axz7KhO41IEC&pg=RA1PA20&dq=ciri+dan+watak+seorang+wirausaha&hl=id&sa=X&ei=gDKMU9X2IdOPuATQ8oC4BA&ved=0CEwQ6AEwBg#v=onepage&q=ciri%20dan%20watak%20seorang%20wirausaha&f=false

Nama Kelompok :

- Herlinna Sectio Irine
- Novianti Nurlaila
- Novita Oki P
- Muhammad Nanda S
- Dismas Mahardika

Selasa, 29 April 2014

kewirausahaan


WIRAUSAHA YANG MENJANJIKAN KEHIDUPAN 


Banyak berita jadi penusaha adalah kegiatan yang menjanjikan kehidupan kita yang lebih baik, pernyataan tersebut sangatlah bernar namun tak semudah untuk membangun usaha tersebut sebab adanya pesaing, oleh karna itu kita perlu memiliki skill dalam melawan pesaing – pesaing dan memahami dasar  dasar dari wirausaha, contohnya dari pengertiannya, tujuan dan sasaran wirausaha, dan salah satu contoh wirausaha yang akan kami bahas.
  • ·        Pengertian wirausahaan dan wirausaha
Wirausahaan adalah kemampuan untuk mengembangkan ide dan cara baru dalam menghadapi/memecahkan permasalahan serta kemampuan untuk mendeteksi dan menemukan sebuah peluang yang kemudian dapat diterapkannya menuju kesuksesan.
Pengertian wirausaha telah tercakup kedalam pengertian kewirauahaan namun wirauaha adalah pelaku dari kegiatan uaaha terebut. Jadi pengertian wirausaha adlah proses mengidentifikasi,mengembangkan dan membawa visi ( ide inovatif,peluang,cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu) kedalam kehidupan. Salah satu pengetian wirausaha menutrut para ahli yaitu: 

Arif F.Hadipranata : wirausaha adalah sosok pengambil resiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta penerima keuntungan financial ataupun non uang.Pengertian wirausaha itu sendiri telah tercakup dalam pengertian wirausaha.

  • ·        Tujuan dan sasaran memulai usaha
Sebelum memilih menjadi wirausaha, kita harus memiliki tujuan dan sasaran untuk menghindari kebangkrutan. Tujuan tersebut merupakan suatu rencana dalam pencapaian dari usaha yang akan diajalani. Rencana yang akan dibuat patiakn kemudahan dalam pengembangan usaha dan merencanakan suatu usaha diperlukan pikiran positif,  terbuka, gairah ingin maju, optimis, realistis, fokus dan berpandangan kedepan.
Sasaran dengan mudah ditentukan jika kita telah menetapkan tujuan kita contoh sasaran konsumen yaitu kalangan mana saja yang akan berminat dalam usaha yang dijalani.

  •   Contoh pengusaha dari usaha “Ichiban Crepes”
Telah kami survei langsung tempat Ichiban Crepes yang berada di Depok, behwa usaha tersebut sangatlah ramai ole pengunjung lalu kami memulai untuk bertanya denagn salah satu  karyawan yang bernama Bapak Eddi, dengan beberapa perytanyaan sebagaui berikut ini :

1.      Berapa omzet yang didapatkan tiap bulannya ?? 

2.      Ejarah awal mulai Ichiban Crepes dibangun ??

3.      Meminta laporan keuangan tiap bulannya ??

4.      Meminta website dari Ichiban Crepes ??

Jawaban dari pertanyaan yang kami ajukan kurang memuaskan hanya beberapa saja yang Bapak Eddi jawab karena dari salah satu pertanyaan kami merupakan privasi dari peruahaannya. Berikut jawaban dari Bapak Eddi :
  • Berapa omzet yang didapatkan tiap bulannya ?
Pada saat sepi omzet mereka hanya sekitar Rp 70.000.000,00 – Rp 80.000.000,00 , dan disaaat libur maupun hari raya besar omzet mereka bertambah menjadi kurang lebih Rp 120.000.000,00 . menarik bukan menjadi penguaha sukses ??
  • Sejarah awal mula bangun Ichiban Crepes ??
Bapak Eddi memberikan refereinsi melalui websitenya untuk mengetahui sejarah Ichiban Crepes, setelah kami menelusuri websitenya telah kita dapatkan sejarahnya dan dari sejarah itu dapat kita jadikan referensi sebagai acuan dalam mengembangkan bisnis untuk pengusaha pemula. Mari kita siamk cerita berikut ini :
 
“ Ichiban Crepes  adalah segar dan asli, ide makanan cepat saji yang dibuat dijakarta, indonesia, awal tahun 2004. Ichiban Crepes dikreditkan sebagai “ yang paling otentik toko crepe gaya jepang di indonesia”, awalnya terletak dipusat perbelanjaan (mall) disekitar jakarta dan sekitarnya sebagai fokus utama. Secara bertahap, Ichiban Crepes mulai memperluas ke kota -  kota utama lainnya di indonesia. Saat ini, Ichiban Crepes telah beroperasi beberpa toko di jakarta & solo .
Ichiban Crepes memiliki suasana elegan namun santai dilengkapi dengan  dekorasi cerdas dan menawan dan karya seni bergaya, termasuk penggunaan crepes replika ( Crepes Dummy ) sebagai tampilan menu, sebagai salahsatu keunikan kita. Kami menyebutnya toko kami sebagai tempat “ tempat yang menyenangkan dibungkus ke dalam gulungan”.” Murni klasik jepang dan prancis rasa” Ichiban Crepes dan layanan penuh perhatian terus menarik siswa, remaja, mal-penonton, dan profesional bisnis muda. Layanan ini profesional dan ramah. Staff merawat mengawasi Crepes anda dari awal sampai akhir memastikan setiap kebutuhan anda puas.
Ichiban Crepes menawarkan manis dan gurih crepe dan dapat disajikan sebagi arapan, snack, hidangan utama atau makanan penutup. Daya tarik utama dari Ichiban Crepes adalah bahwa semua crepes dimasak dan berpakaian, di depan pelanggan sehingga beragam untuk memuaskan setiap pengecap. Pana atau dingin, manis atau gurih, setiap crepes menjanjikan petualangan raa sebagai The Roll Of Fun .
  •  Meminta laporan keuangannya
Bapak Eddi memohon maaf kepada kami bahwa laporan keuangannyanya tidak dapat diberikan sebab itu privasi perusahaan. Sangat disayangkan kami yidak berhasil membujuknya .
  •    Website Ichiban Crepes


Referensi :
Lifeskill.staff.ub.ac.id/2013/10/01/pengertian-dan-definisi-wirausaha-menurut-para-ahli-2/
http://book.google.co.id/books?id=JIMLJ-SBEMUC&dq=tujuan+dan+sasaran+usaha&hl=

Disusun oleh :
  1. Noviati Nurlaila 
  2. Helinna Sectio Irine 
  3. Novita Oki Purwanto 
  4. Dismas Mahardika
  5. Muhammad Zulkarnanda 

Kamis, 06 Februari 2014

Entity Relationship Diagram (ERD)

Pengertian Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) adalah teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari system informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database. Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen yang akan dibentuk yaitu :
a.            Entitas
Pada post sebelumnya mengenai basis data telah dijelaskan sedikit tentang pengertian entity(entitas)  yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.
Contoh : Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.
b.            Hubungan (relasi/relationship)
Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.
Contoh : Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.
c.             Atribut
Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis-jenis atribut :
  • Atribut Key
        Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya
  • Atribut simple
         Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.
  • Atribut Multivalue
         Contoh : Dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.
  • Atribut Composite
          Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang             masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.
         Contoh : Dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang
  • Atribut Derivatif
         Contoh :
Derajat relasi atau kardinalitas rasio
Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya
  • one to one (1:1), Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
  • one to many(1:M), Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
  • many to many(M:M), Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya.  
    Contoh soal :
    Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bias meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku,  judul, pengarang, penerbit,  tahun terbit. Satu buku bias ditulis oleh beberapa pengarang. Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.
    Jawab:
    Entitas : Mahasiswa, KAP, BUKU
    Atribut : Nama, no.mahasiswa, alamat mahasiswa, no.buku, judul, pengarang, penerbit dan tahun terbit.
    Relasi : Daftar dan Pinjam
    Gambar ERD
    Simbol – Simbol Diagram ERD
     

Rabu, 06 November 2013

Lingkungan Basis Data

Pengertian Lingkungan basis data

Lingkungan basis data merupakan sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik maupun logis.

Tujuan utama dari sistem basis data yaitu menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan. Titik awal untuk perancangan sebuah basis data haruslah abstrak dan deskripsi umum dari kebutuhan-kebutuhan informasi suatu organisasi harus digambarkan di dalam basis data.
Jika sebuah basis data merupakan suatu sumber yang dapat digunakan bersama. Setiap pemakai membutuhkan pandangan yang berbeda-beda terhadap data di dalam basis data. Untuk memenuhi kebutuhan ini, arsitektur komersial basis data yang banyak digunakan telah tersedia saat ini dan telah mengalami perluasan yaitu arsitektur ANSI-SPARC.

ANSI-SPARCH (stands for American National Standards Institute, Standards Planning And Requirements Committee) yaitu standar desain abstrak untuk Sistem Manajemen Database (DBMS), yang pertama kali diusulkan pada tahun 1975. Model ANSI-SPARC ini, tidak pernah menjadi standar formal.

 

Tiga Tingkatan Arsitektur Basis data ANSI-SPARC

 

Terdapat beberapa tujuan dari Tiga Tingkatan Arsitektur Basis Data ANSI-SPARC yaitu :

  • Membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.
  • Setiap pengguna harus dapat mengakses data yang sama, tetapi memiliki pandangan yang berbeda disesuaikan data.
  • Pengguna tidak harus berurusan dengan penyimpanan database fisik. Mereka harus diizinkan untuk bekerja dengan data itu sendiri, tanpa memperhatikan bagaimana secara fisik disimpan.

Terdapat tiga tingkatan arsitektur basis data terdiri dari :
  • Tingkat Eksternal (External Level)
Merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data agar pembuatan basis data ini relevan bagi seorang pemakai tertentu. Yang terdiri dari sejumlah cara pandang berbeda dari sebuah basis data. Masing-masing pemakai merepresentasikan dalam bentuk yang sudah dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan.

  • Tingkat Konseptual (Conseptual Level)

Merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya.
Hal-hal yang digambarkan dalam tingkat konseptual yaitu:
  • Semua entitas beserta atribut dan hubungannya
  • Batasan data
  • Informasi semantik tentang data
  • Keamanan dan integritas informasi


  • Tingkat Internal (Internal Level)
Merupakan perwujudan basis data dalam komputer. Yang menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan / physical storage.
Hal –hal yang digambarkan adalah:
  • alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
  • deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen)
  • penempatan record
  • pemampatan data dan teknik encryption


Konsep Data Indenpendence

Indepedensi data (data independensi) adalah kemampuan untuk melakukan perubahan pada struktur data tanpa melakukan perubahan pada program-program aplikasi yang memproses data. Oleh karena itu, terdapat tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.
(buku Sistem Informasi Manajemen (ed.10) By McLeod (Pearson)

Jenis data independence, yaitu:

a. Physical Data Independence

Bahwa internal skema dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu konseptual skema. Dengan kata lain physical data independence menunjukkan kekebalan konseptual sekema data terhadap perubahan internal skema.

b. Logical Data Independence

Bahwa konseptual skema dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu eksternal skema. Dengan kata lain logical data independence menunjukkan kekebalan eksternal schema terhadap perubahan konseptual skema.
Prinsip data independence adalah salah satu hal yang harus diterapkan di dalam pengelolaan sistem basis data dengan alasan-alasan sbb :
  1. DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi basis data tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
  2.  Pabrik / agen peralatan / software pengolahan data dapat memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
  3.  Untuk memindahkan perkembangan program-program    aplikasi
  4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi            keamanan dan integritas data dengan memperhatikan  perubahan-perubahan kebutuhan pengguna.
DBMS

Untuk mengelola data base diperlukan suatu perangkat lunak (Database Management System). Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang pengertian DBMS yaitu :
  1. C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
  2. S. Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
  3. Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
Dapat disimpulkan bahwa DBMS adalah suatu system perangkat lunak yang memungkinkan user (pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontol dan memanipulasi data yang ada.

KOMPONEN DBMS

Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :
  1. File Manager: mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan
  2. informasi yang tersimpan dalam disk.
  3. Database Manager: menyediakan interfaceantara data low-level yang ada di basis data denganprogram
  4. aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
  5. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
  6. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
  7. DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung
  8. metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.
Fungsi DBMS

database atau basis data berkaitan erat dengan DBMS dimana aplkasi DBMS menyediakan fasilitas untuk melakukan fungsi :
  1. pendefinisian data yang meliputi penentua tipe, struktur dan batasan data yang akan disimpan dalam basis data.
  2. kontruksi data yang meliputi proses penyimpanan data dalam database yang pengendaliannya diatur oleh DBMS
  3. Manipulasi data merupakan fungsi untuk menampilkan data, mengubah data serta menampilkan data yang ada dalam bentuk laporan
  4. Keamanan dan integritas data. (buku Solusi Bisnis Berbasis Microsoft Office System 2003, irwan sardi pt elex media komputindo)
  5. Menyediakan data dictionary
Bahasa DBMS
Model data
ð     Suatu kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data,hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi.Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.

Model Data Berbasis Objek 

Model data logika berbasis objek (object-based logical model) digunakan untuk mendeskripsikan data pada tingkat konseptual dan view. Pendeskripsian data pada model ini dibuat berdasarkan fakta sehingga memberikan kemampuan penstrukturan secara fleksibel, dan memungkinkan untuk menspesifikasikan kendala-kendala datanya secara eksplisit.

Beberapa model data logika berbasis objek yang sudah dikenal diantaranya adalah:
• Model entity-relationship
• Model berorientasi objek (object-oriented model)
• Model biner
• Model data semantik
• Model infological
• Model data fungsional

Model Data Berbasis Record

Model logika berbasis record digunakan untuk menggambarkan data pada tingkat
konseptual dan view. Model data ini bersama dengan model data logika berbasis objek biasanya digunakan untuk menyatakan stuktur logika database secarakeseluruhan. Selain itu juga digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran penerapannya dalam tingkat yang lebih tinggi daripada gambaran fisiknya. Struktur database pada model logika berbasis record ini dinyatakan dengan type record yang mempunyai format tetap. Artinya setiap type record mempunyai beberapa field atau atribut dengan jumlah tetap, dan setiap field mempunyai panjang yang tetap. Tiga model data pada kelompok ini yang telah diterima secara meluas adalah model data relasi, jaringan (network) dan hirarki.

Model data konseptual

Model konseptual bukanlah pendekatan proses informasi seorang programmer aplikasi, tetapi merupakan kombinasi beberapa cara untuk memproses data untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung pada aplikasi individual, tidak tergantung pada DBMS yang digunakan, tidak tergantuk pada hardware yang digunakan serta tidak tergantung juga pada phisikal model

Model data berbasis fisik

Perancangan basis data secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file basis data untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi.
Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk basis data yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS).

Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan basis data secara fisik :

1. Response time :

waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi basis data yang diajukan untuk menjalankan suatu tanggapan. Pengaruh utama pada response time adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu : waktu akses basis data untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi.

2. Space utility :

jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file basis data dan struktur-struktur jalur akses.

3. Transaction throughput :

rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data, dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.

Data Dictionary
1 Pengertian

Kamus data atau systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan DD analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di system dengan lengkap. Pada tahap analisis sistem, DD digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sitem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir ke sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, DD digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. DD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD (Data Flow Diagram). Arus data di DFD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di DD. Gambar berikut menunjukkan hubungan antara DFD dengan DD.
Gambar
DD tidak menggunakan notasi grafik sebagaimana halnya DFD. DD berfungsi membantu pelaku system untuk mengerti aplikasi secara detil, dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. DD mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:
1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD.
2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran,
   misalnya alamat diuraikan menjadi kota, kodepos, propinsi, dan negara.
3. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.
4. Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan
   aliran.
5. Mendeskripsikan hubungan detil antara penyimpanan yang akan menjadi
   titik perhatian dalam entity relationship diagram.


3.2         Isi DD.
Data dictionary harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. Untuk maksud keperluan ini, maka DD harus memuat hal-hal berikut :
a. Nama arus data.
   Karena DD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD, maka
   nama dari arus data juga harus dicatat di DD, sehingga mereka yang
   membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus
   data tertentu di DFD dapat langsung mencarinya dengan mudah di DD.

b. Alias.
   Alias atan nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada.
   Alias perlu ditulis karena data ayang sama mempunyai nama yang berbeda
   untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya, misalnnya bagian
   pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur,
   sedang bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan.
   Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur
   data yang sama, tetapi mempunyai struktur yang berbeda.

c. Bentuk data.
   Bentuk data perlu dicatat di DD, karena dapat digunakan untuk
   mengelompokkan DD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem.
   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau
     formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem.
   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk laporan tercetak
     dan dokumen hasil cetakan komputer akan digunakan untuk merancang
     output yang akan dihasilkan oleh sistem.
   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan dilayar
     monitor akan digunakan untuk merancang tampilan layar yang akan
     dihasilkan oleh sistem.
   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk parameter dan
     variabel akan digunakan untuk merancang proses dari program.
   • DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen, formulir,
     laporan, dokumen cetakan komputer, tampilan di layar monitor,
     variabel dan field akan digunakan untuk merancang database.

d. Arus data.
   Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan
   menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di DD supaya memudahkan
   mencari arus data ini di DFD.

e. Penjelasan.
   Untuk tidak memperjleas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat
   di DD, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan
   tentang arus data tersebut. Sebagai misalnya nama dari arus data adalah
   tembusan permintaaan persediaan, maka dapat lebih dijelaskan sebagai
   tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang.

f. Periode.
   Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu
   dicatat di DD karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan
   input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus
   dilakukakan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.

g. Volume.
   Volume yang perlu dicatat di DD adalah tentang volumen rata-rata dan
   volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya
   rata-rata arus data yang mengalir dalam suatu periode tertentu dan
   volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak, Volume ini digunakan
   untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan,
   kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.

h. Struktur data.
   Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di DD terdiri dari
   item-item apa saja.
Sebagai contoh, dalam pembangunan medical system yang menyimpan data pasien,
dapat didefinisikan data berat dan tinggi dengan cara sebagai berikut ;
a. Berat           = * berat pasien ketika mendaftar di rumah sakit
                     * satuan : kilogram ; rentang : 1-200 *
b. Tinggi          = * tinggi pasien ketika mendaftar di rumah sakit
                     * satuan : sentimeter ; rentang : 1-200 *
c. Tinggi_sekarang = * satuan : sentimeter ; rentang : 1-200 *
d. Berat_sekarang  = * satuan : kilogram ; rentang : 1-200 *
e. Tanggal_lahir   = * satuan : hari sejak 1 Jan 1900 ;  rentang 36500 *
f. Jenis_kelamin   = * nilai : [  P | W ] *

Elemen data opsional didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat digunakan
atau tidak perlu digunakan sebagai pilihan dari sejumlah alternatif.
Masalah alternatif pilihan merupakan hal penting, karena pemakai harus
diyakinkan bahwa semua kemungkinan yang ada sudah tercakup.               
Pemakai akan kewalahan jika harus membaca seluruh DD, item demi item
untuk mengecek kebenaran DD tersebut. Ada sejumlah cara untuk mengecek
kelengkapan, konsistensi, dan kontradiksi melalui testing dengan sejumlah
pertanyaan seperti berikut :
a. Apakah semua aliran dalam DFD sudah didefinisikan dalam DD ?.
b. Apakah semua komponen elemen data sudah didefinisikan ?.
c. Adakah elemen data yang didefinisikan lebih dari satu kali ?.
d. Apakah semua notasi yang digunakan pada DD sudah dikoreksi ?.
e. Adalah elemen data dalam DD tidak menjelaskan sesuatu dalam DFD
   (Data Flow Diagram) atau ER (Entity Relationship).

Membangun DD adalah salah satu dari sejumlah aspek analisa yang paling
banyak menghabiskan waktu. Tetapi DD merupakah salah satu aspek terpenting,
tanpa DD yang mendefinisikan semua terminologi maka presisi sistem akan
menjadi harapan kosong belaka. Contoh :
Gambar

Nama_tarian = kode_tarian + nama_tarian + asal_tarian + lama_tarian + deskripsi_tarian.
a. @Kode_tarian              : kategori_tari + no_urut_tari
   a.1. kategori_tari : 1{karakter}2  => [ | A | B | .. | Z | ]
   a.2. no_urut_tari  : 1{numerik}2   => [ | 000 | 001 | ... | 999 | ]
b. Nama_tarian       : 1{karakter}20 => [ | A | B | .. | Z | ]
c. Asal_tarian           : 1{karakter}15 => [ | A | B | .. | Z | ]
d. Lama_tarian         : jam + menit
   d.1. jam           : 1{numerik}1   => [ |  0 |  1 | .. | 9 | ]
   d.2. menit               : 1{numerik}2   => [ |  00 |  01 | .. | 60 | ]
e. Deskripsi_tarian   : 1{karakter}20 => [ | A | B | .. | Z | ]
Gambar

Tanggal : Tgl_hari + bulan + tahun

a. Tgl_hari   : 1{numerik}2  => [ | 01 | 02 | .. | 31 | ]
b. Bulan      : 1{numerik}2  => [ | 01 | 02 | .. | 12 | ]
                                01 = “Januari”
                                02 = “Februari”
                                —
                                12 = “Desember”
c. Tahun      : 1{numerik}4  => [ | 1900 | 1901 | 1902 | .. | 2999 | ]

Arsitektur DBMS Multi Pengguna
Pada seksi ini akan di jelaskan mengenai arsitektur yang biasanya digunakan untuk mengimplementasikan sistem basis data yang multi user, yaitu teleprocessing, file server dan client server.

2.8.1. Teleprocessing
Arsitektur tradisional untuk sistem multi pengguna adalah teleprocessing, dimana satu komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal.
Terminal untuk pengguna berjenis ‘dumb’, yang tidak dapat berfungsi sendiri dan masing-masing dihubungkan ke komputer pusat. Terminal-terminal tersebut mengirimkan pesan melalui subsistem pengontrol komunikasi pada sistem operasi ke program aplikasi, yang bergantian menggunakan layanan DBMS.

2.8.2. File-Server
Proses didistribusikan ke dalam jaringan, sejenis Local Area Network (LAN). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masing workstation, tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan (perhatikan gambar di bawah ini). Dengan cara ini, file server berfungsi sebagai sebuah hard disk yang digunakan secara bersamaan. DBMS yang ada pada setiap workstation meminta data ke file server untuk semua data yang diinginkan oleh DBMS.

2.8.3. Client Server
Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem. Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.

Perbedaan arsitektur :
  • Teleprocessing
  1. komputer server langsung terhubung dengan beberapa terminal
  2. Dapat mengirim atau menerima pengolahan data dengan jarak yang jauh
  3. Terminal berjenis “dumb” tidak dapat berfungsi sendiri , terhubung ke komputer pusa
  •    File server
terhubung dengan beberapa stasiun kerja

Daftar Pustaka

1. HM, Jogiyanto, Analysis and Disain Sistem Informasi (Pendekatan
   terstruktur), Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.
2. Martin, Merle P., Analysis and Design of Business Information System,
   Macmillan Publishing Company, New York, 1991.
3. Pohan, Husni Iskandar, Pengantar Perancangan Sistem, Penerbit
   Erlangga, Jakarta, 1997.

Minggu, 13 Oktober 2013

Nama     :  Novita Oki Purwanto
Kelas     :  2DA01
NPM     :  45212422

1. Tentukan sebuah Enterprise yang ada dalam lingkungan nyata anda, kemudian sebutkan nama
    organisasinya tersebut.
2.    Tentukan Entitas dari Enterprise yang telah disebutkan pada nomor 3 diatas
      3.  Tentukan Atribut dari masing2 Entitas yang ada pada nomor 4 diatas.
      4.  Berikan 5 contoh nilai data dari atribut yang telah disebutkan pada nomor 5 diatas.

                                                                                   Jawab 

      1. Enterprise merupakan suatu bentuk organisasi. Salah satu enterprise yangada di sekitar lingkungan tempat tinggal saya adalah pabrik. Salah satu nama enterprise (pabrik) tersebut adalah PT. SANYO.

       2. Entitas dari entreprise tersebut adalah karyawan, produk.

      3. Atribut dari entitas diatas adalah karyawan : nama, alamat, status. Produk : nama produk, kode produk, harga barang.

      4. Nilai data karyawan